

Mesin Injeksi Preform PET
Keamanan operasi mesin injeksi-ditiup preform PET sangat penting, dan pelatihan operator adalah faktor kunci untuk memastikan operasi yang aman dan operasi peralatan yang normal.
Dalam hal keamanan operasi, mesin injeksi-ditiup preform PET memiliki beberapa titik bahaya potensial. Pertama, bagian dengan suhu tinggi, seperti drum pemanas dan cetakan injeksi, sangat panas selama operasi. Jika operator secara tidak sengaja menyentuhnya, mereka bisa mengalami luka bakar parah. Oleh karena itu, bagian dengan suhu tinggi ini biasanya dilengkapi dengan perangkat isolasi yang baik, dan tanda peringatan keselamatan yang jelas dipasang di sekitar peralatan.
Tekanan injeksi tinggi selama proses injeksi dan udara bertekanan tinggi selama pemodelan dengan metode blow-molding dapat membahayakan operator jika peralatan bocor atau mengalami kerusakan. Oleh karena itu, sistem hidraulik dan pneumatik dari peralatan perlu diperiksa dan dirawat secara teratur untuk memastikan ketahanan dan keselamatannya. Pada saat yang sama, perangkat keamanan seperti katup keselamatan tekanan dipasang pada peralatan, dan jika tekanan melebihi batas aman, tekanan dapat dilepaskan dengan cepat untuk mencegah bahaya.
Bagian gerak mekanis juga merupakan bahaya keselamatan potensial. Misalnya, rotasi baut, tindakan pembukaan dan penutupan cetakan, dll. Jika operator salah operasi atau mendekati bagian-bagian ini saat peralatan sedang berjalan, mereka bisa terjebak atau tertekan. Untuk mencegah kecelakaan semacam itu, mesin dilengkapi dengan perangkat pelindung seperti pintu pelindung dan kurtain cahaya keselamatan. Ketika perangkat pelindung dibuka atau dipicu, peralatan akan berhenti beroperasi segera.
Mengingat risiko keselamatan ini, pelatihan operator sangat penting. Ketika karyawan baru bergabung dengan perusahaan, mereka perlu menerima pelatihan teori yang komprehensif, termasuk pengetahuan tentang prinsip kerja, komposisi struktural, fungsi dari berbagai komponen, dan proses operasi mesin injeksi - blow molding preform PET. Setelah lulus pelatihan teori, mereka juga perlu menerima pelatihan operasi praktis, dengan bimbingan langsung dari operator berpengalaman atau instruktur, agar karyawan baru familiar dengan panel operasi peralatan, fungsi setiap tombol, dan cara mengatur serta menyesuaikan parameter produksi dengan benar.
Operator juga perlu menerima pelatihan keselamatan untuk memahami risiko keselamatan yang mungkin terjadi dari peralatan dan cara mencegah kecelakaan. Sebagai contoh, bagaimana cara memakai peralatan pelindung pribadi dengan benar, seperti pakaian pelindung suhu tinggi dan sarung tangan pelindung; bagaimana menangani keadaan darurat ketika peralatan mengalami situasi abnormal, seperti berhenti darurat pada peralatan dan evakuasi lokasi. Selain itu, pelatihan ulang keselamatan secara berkala juga diperlukan untuk memastikan operator selalu mengingat pengetahuan keselamatan dan terus meningkatkan kesadaran akan keselamatan.
Selain pelatihan dasar operasi dan keselamatan, beberapa perusahaan juga memberikan pelatihan keterampilan lanjutan kepada operator, seperti diagnosis kerusakan peralatan dan perbaikan, optimisasi proses, dll. Hal ini membantu meningkatkan kualitas komprehensif operator, sehingga mereka dapat lebih baik menangani berbagai masalah yang muncul selama operasi peralatan dan memastikan kelancaran produksi.














